PERJANJIAN ALLAH

MusaAlkitab adalah buku suci yang berisi cerita tentang penciptaan alam semesta dan sejarah penyelamatan umat manusia oleh Allah yang mahatinggi yang terdiri dari kumpulan kitab-kitab dan dibagi dalam dua bagian yaitu perjanjian lama dan perjanjian baru. Mengapa disebut perjanjian lama dan perjanjian baru ? sebab inti dari cerita Alkitab adalah penyelamatan umat manusia melalui penyaluran kasih karunia Allah lewat perjanjian-perjanjian yang dibuat-Nya dengan manusia yang berawal dari perjanjian lama dan digenapi dengan perjanjian baru.

Secara umum manusia memahami kata perjanjian sebagai keterlibatan antara dua pihak yang mengadakan ikatan atau kontrak kerjasama yang disertai dengan syarat-syarat  atau sangsi yang harus dipenuhi oleh pihak- pihak yang membuat perjanjian itu. Pada intinya perjanjian yang dibuat adalah untuk kepentingan bersama dan menghasilkan keuntungan untuk kedua belah pihak. Jika salah satu pihak merasa tidak puas atau melanggar syarat dalam kesepakatan itu maka sangsi diberlakukan atau perjanjian dibatalkan. Tidaklah demikian dengan perjanjian Allah. Dalam perjanjian antara Allah dengan manusia, Allah-lah yang memanggil untuk mengadakan perjanjian dan inti dari perjanjian itu adalah penyaluran kasih karunia dan keselamatan yang akan diberikan Allah berdasarkan kedaulatan-Nya. Berbeda dengan perjanjian yang dibuat oleh manusia yang berdasarkan kesepakatan bersama, perjanjian Allah disusun dan ditetapkan oleh Allah sendiri, bersifat umum dan juga khusus. Seperti contoh perjanjian pelangi antara Allah dengan Nuh maupun perjanjian antara Allah dengan Abraham yang bersifat umum dan berlaku kekal selamanya. Adapun perjanjian Sinai antara Tuhan Allah dengan bangsa Israel bersifat khusus dan berlaku sesuai dengan syarat-syarat yang ditetapkan. Marilah kita melihat perjanjian-perjanjian itu.

Perjanjian Allah dengan Adam.

Allah menciptakan langit dan bumi dan segala isinya dan pada hari keenam Allah menciptakan Adam nenek moyang manusia yang serupa dan segambar dengan-Nya lalu menempatkan manusia itu di taman Eden yang dibuat Allah untuknya ( kejadian 1,2) . Ketika Tuhan Allah melarang Adam untuk memakan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat yang ada di taman Eden, Dia memberikan perintah ;

Lalu TUHAN Allah memberi perintah  ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” (Kejadian 2: 16).

Adam melanggar perintah ini dan jatuh ke dalam dosa melawan perintah Allah. Oleh sebab dosa Adam inilah maut berkuasa atas diri manusia sehingga semua manusia pasti mengalami kematian. Perintah untuk Adam di taman Eden ini oleh Allah dianggap sebagai perjanjian antara Allah dan Adam. Oleh sebab itu melalui nabi Hosea Allah berfirman ;

Hosea 6:7  (FAYH) “Tetapi sama seperti Adam, kamu juga melanggar perjanjian-Ku. Kamu menolak kasih-Ku.

Hosea 6:7  (TL) Tetapi mereka itu sudah melangkahkan perjanjian seperti Adam; seperti pada tatkala itu mereka itu juga sudah mendurhaka kepada-Ku.

Itulah perjanjian pertama yang dibuat Allah dengan manusia. Inti dari perjanjian ini adalah kasih karunia pemeliharaan Allah kepada manusia itu dimana mereka akan hidup dengan sukacita di taman Eden jika mereka patuh pada perintah itu. Namun Adam melanggar perintah dan jatuh dalam dosa yang mengakibatkan dia diusir dari taman Eden dan maut ( kematian ) menguasai kehidupan umat manusia.

Gambar-Pelangi1Perjanjian Allah dengan Nuh

Perjanjian Allah selanjutnya dibuat-Nya dengan Nuh sebelum Ia mendatangkan air bah untuk memusnahkan dunia purba yang penuh dengan dosa. Sejak Adam melanggar perjanjian Allah alias jatuh dalam dosa, manusia cenderung melakukan apa yang jahat dimata Tuhan sehingga Tuhan murka dan memusnahkan dunia purba.

Kejadian 6:18  Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu.

Inti dari perjanjian ini adalah kasih karunia keselamatan dari Allah agar kelangsungan hidup umat manusia lewat Nuh dan keluarganya serta binatang yang ada dalam bahtera itu terpelihara.

Perjanjian Allah yang ketiga juga dibuat-Nya dengan Nuh sesudah air bah yang kita sebut perjanjian pelangi.

Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi.” Dan Allah berfirman: “Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya: Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi. ( Kejadian 9:11-13 )

Kejadian 9:16  Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan melihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjian-Ku yang kekal antara Allah dan segala makhluk yang hidup, segala makhluk yang ada di bumi.”

Inti dari perjanjian ini adalah sama yaitu kasih karunia keselamatan dan pemeliharaan Allah kepada manusia dan mahluk hidup lainya. Tanda atau meterai dari perjanjian ini adalah pelangi yang akan muncul ketika hujan yang mengingatkan Allah akan perjanjian yang dibuat-Nya dengan Nuh.

Perjanjian Tuhan Allah dengan Abraham, Ishak dan Yakub

Perjanjian Allah berikutnya dibuat-Nya dengan Abram yang dipanggil-Nya keluar dari kampung halamanya di Ur-Kasdim Mesopotamia dengan janji untuk memberikan tanah Kanaan, janji untuk memberkati dia dan keturunanya serta janji untuk menjadi Allah-nya dan Allah keturunanya . Melalui Abram yang kemudian disebut Abraham ini Allah bahkan bersumpah demi diri-Nya sendiri, semua bangsa dimuka bumi akan mendapat berkat. Inti dari perjanjian ini adalah tetap sama yaitu kasih karunia pemeliharaan dan keselamatan dari Allah.

Kejadian 15:18  Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: “Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat:

Kej 17:7  Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.

Sama dengan perjanjian yang dibuat Allah dengan Nuh demikian pula perjanjian Allah dengan Abraham berlaku kekal selamanya, namun perjanjian ini juga bersifat khusus yang ditandai dengan sunat. Bagi keturunan jasmani Abraham yang tidak disunat maka perjanjian menjadi batal.

Kej 17:10  Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;

Kej 17:14  Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.”

Perjanjian Allah berikutnya dibuat-Nya dengan Ishak dan Yakub sebagai pemenuhan atas perjanjian-Nya dengan Abraham bahwa Ia akan memberkati Abraham dan keturunanya dan berkat akan datang dari keturunanya untuk seluruh kaum di bumi.

Kepada Ishak Allah berkata ;

Kej 26:3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu.

Dan kepada Yakub Allah berfirman;

Kej 28:13  Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: “Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.

Kej 28:14  Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.

Janji kepada Yakub diingatkan kembali oleh Allah ketika Ia mengganti nama Yakub menjadi Israel.

Firman Allah kepadanya: “Namamu Yakub; dari sekarang namamu bukan lagi Yakub, melainkan Israel, itulah yang akan menjadi namamu.” Maka Allah menamai dia Israel. Lagi firman Allah kepadanya: “Akulah Allah Yang Mahakuasa. Beranakcuculah dan bertambah banyak; satu bangsa, bahkan sekumpulan bangsa-bangsa, akan terjadi dari padamu dan raja-raja akan berasal dari padamu. Dan negeri ini yang telah Kuberikan kepada Abraham dan kepada Ishak, akan Kuberikan kepadamu dan juga kepada keturunanmu.” (Kejadian 35:10-12).

Israel memiliki 12 orang anak laki-laki satu diantaranya bernama Yusuf yang oleh persekongkolan jahat saudara-saudaranya justru membawanya menjadi seorang penguasa Mesir dibawah Firaun. Yusuf mendapatkan kekuasaan besar oleh karena berhasil mengartikan mimpi firaun tentang musim panas berkepanjangan yang akan mengakibatkan kelaparan di daerah mesir dan sekitarnya sampai di tanah Kanaan dimana Israel dan keluarganya tinggal. Yusuf menggunakan kekuasaanya untuk membangun lumbung-lumbung penyimpanan makanan pada 7 tahun masa kelimpahan serta sarana lainya untuk mengantisipasi 7 tahun masa kelaparan yang akan datang. Ketika masa kelaparan itu datang Yusufpun bertemu dengan saudara-saudaranya yang ditugaskan Israel untuk membeli makanan di Mesir ( kejadian 37,39 dan 41).  Selanjutnya Israel dan keluarganya pindah ke Mesir.

Kejadian 47: 27  Maka diamlah Israel di tanah Mesir, di tanah Gosyen, dan mereka menjadi penduduk di situ. Mereka beranak cucu dan sangat bertambah banyak

Yusuf masih sempat melihat cucu-cucunya dari anaknya Manasye dan Efraim sebelum dia mati. Setelah kematianya bangkitlah raja baru, firaun baru yang tidak lagi mengenal Yusuf. Dari sinilah awal bangsa Israel yang sudah bertambah sangat banyak itu diperbudak di Mesir.

Bagaimana dengan perjanjian Allah dengan Abraham, Ishak dan Israel  untuk memberikan tanah Kanaan dan mencurahkan kasih karunia dan penyelamatan kepada keturunan mereka ? apakah Allah sudah melupakan janji-Nya ? Sekali-kali tidak ! Keberadaan bangsa Israel di Mesir justru adalah rancangan-Nya yang termasuk dalam pemenuhan janji-Nya untuk memelihara kelangsungan hidup bangsa keturunan Abraham ini. Apa yang menimpa Yusuf yang kemudian justru menjadikanya penguasa di Mesir adalah salah satu rancangan Allah untuk memelihara kehidupan bangsa Israel dari kelaparan hebat yang melanda tanah Kanaan.

Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu. Karena telah dua tahun ada kelaparan dalam negeri ini dan selama lima tahun lagi orang tidak akan membajak atau menuai.  Maka Allah telah menyuruh aku mendahului kamu untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong.( Kejadian 45:5-7 )

Kejadian 50:20  Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.

Akibat dari hal ini juga sudah dikatakan Tuhan kepada Abraham sebelumnya bahwa keturunanya akan menjadi budak di negeri orang.

Kej 15:13  Firman TUHAN kepada Abram: “Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya.

Perjanjian Tuhan Allah dengan bangsa Israel di gunung Sinai

Keluhan bangsa Israel dalam perbudakan di Mesir didengar Allah dan Ia mengingat akan perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Israel. Allah lalu mengutus Musa menghadapi Firaun dan memimpin bangsa Israel keluar dari tanah mesir menuju ke tanah kanaan tanah yang di janjikan Tuhan kepada nenek moyang mereka.

Keluaran 2:24  Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub.

Keluaran 3:10  Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.”

Dalam perjalanan menuju ke tanah Kanaan tepatnya di kaki gunung Sinai Tuhan Allah kembali membuat perjanjian yang kali ini berlaku antara Tuhan Allah dan seluruh bangsa Israel bangsa keturunan Abraham. Perjanjian Tuhan Allah kali ini dilengkapi dengan segala ketetapan dan peraturan menjalankan kehidupan bangsa Israel yang tertulis yang disebut HUKUM TAURAT yang disertai dengan berkat dan kutuk bagi bangsa ini. Apabila mereka mematuhi segala hukum-hukum itu maka besarlah berkat yang akan diterima mereka, sebaliknya bila mereka melanggar maka hukuman-hukuman akan menimpa mereka. Bangsa Israel menerima seluruh hukum Taurat sebagai bagian dari perjanjian mereka dengan Tuhan Allah.

Segala peraturan yang harus ditaati serta berkat dan hukuman dari perjanjian Tuhan Allah dengan bangsa Israel ini dapat dibaca secara lengkap dalam kitab keluaran pasal 20-31, kitab Imamat dan kitab Ulangan. Tanda meterai dari perjanjian Allah kali ini adalah darah lembu jantan sebagai korban keselamatan yang diambil Musa lalu disiramkanya ke atas bangsa itu.

Kel 24:8  Kemudian Musa mengambil darah itu dan menyiramkannya pada bangsa itu serta berkata: “Inilah darah perjanjian yang diadakan TUHAN dengan kamu, berdasarkan segala firman ini.”

Seperti yang telah diuraikan diatas bahwa berkat dan kutuk menyertai perjanjian Tuhan Allah kali ini. Apabila bangsa Israel menuruti segala hukum-hukum Allah maka berkat melimpah akan menyertai bangsa ini, namun sebaliknya bila mereka ingkar maka hukuman akan menyertai mereka. Demikianlah yang segera terjadi bahwa hanya beberapa waktu berselang setelah mereka menerima hukum taurat dari Musa, mereka telah mengingkarinya dengan melanggar larangan Allah untuk menyembah allah lain dan membuat patung yang menyerupai apapun lalu sujud menyembahnya. Ketika Musa terlalu lama berada di atas gunung Sinai untuk menerima dua loh batu yang berisi tulisan jari Allah mengenai hukum taurat, bangsa Israel segera ingkar dengan membuat patung lembu tuangan sebagai allah mereka..

Keluaran 32:1  Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: “Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir  —  kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.”

Keluaran 32:4  Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: “Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!”

Murka TuhanAllah bangkit dan Dia ingin segera menghukum mereka dengan memusnahkan mereka namun tetap memelihara Musa, namun Musa mengingatkan Tuhan Allah akan perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Israel untuk membawa bangsa itu ke tanah yang sudah dijanjikan-Nya .

Keluaran 32:13  Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri dengan berfirman kepada mereka: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimilikinya untuk selama-lamanya.”

Tuhan Allah menyesal atas malapetaka yang dirancangkan-Nya untuk memusnahkan bangsa Israel namun Dia juga terikat dengan perjanjian-Nya bahwa hukuman-hukuman akan menyertai mereka bila mereka ingkar maka hukuman tetap dijalankankan bagi siapa yang tidak memihak Musa. Tuhan Allah menulahi bangsa itu dan tiga ribu orang mati dibunuh pada kejadian itu. Inilah awal kejahatan bangsa Israel yang akan dilakukan mereka berulang-ulang melanggar hukum taurat Tuhan.

Perjanjian ulangan Tuhan Allah dengan bangsa Israel di Moab.

Ketika tanah Kanaan, tanah yang dijanjikan Tuhan Allah sudah didepan mata bangsa Israel ketika dalam perjalanan mereka telah mencapai Moab disisi sungai Yordan, Tuhan Allah kembali membuat perjanjian dengan bangsa Israel dengan perantaraan Musa.

Ulangan 29:11   Inilah perkataan perjanjian yang diikat Musa dengan orang Israel di tanah Moab sesuai dengan perintah TUHAN, selain perjanjian yang telah diikat-Nya dengan mereka di gunung Horeb.

Musa kembali membacakan hukum taurat Allah beserta berkat-berkat ( Ulangan 28: 1-14 ) dan Kutuk-kutuk ( Ulangan 28:15-68 ) dihadapan bangsa itu sambil menambahkan wejangan-wejangan agar bangsa Israel mengasihi Allah dan melaksanakan segala hukum itu ketika mereka sudah menetap di tanah perjanjian itu sebab Musa sendiri tidak dapat memasuki tanah perjanjian karena kesalahan yang dibuatnya di mata air Meriba ( Bilangan 27 : 14 ). Namun kita akan mendapati bahwa Israel sama sekali gagal melaksanakannya dan cenderung melanggar hukum taurat dalam kehidupan mereka. Hukuman demi hukuman dijatuhi Allah atas pelanggaran mereka namun mereka tegar tengkuk tetap saja melanggar ketetapan-ketetapan Allah.

Perjanjian Tuhan Allah dengan suku Lewi.

Perjanjian Tuhan dengan suku lewi merupakan tindak lanjut dari perjanjian Sinai dimana Harun dari suku Lewi diberikan tugas sebagai Imam bangsa Israel yang mengatur segala keperluan peribadatan bangsa Israel kepada Tuhan. Pinehas cucu Imam Harun membunuh seorang Isreal yang telah mencemarkan peribadatan Israel dengan perempuan kafir penyembah berhala yang menyebabkan Tuhan murka dan menulahi orang Israel. Atas tindakanya itu Tuhan membuat perjanjian denganya ;

Sebab itu katakanlah: Sesungguhnya Aku berikan kepadanya perjanjian keselamatan yang dari pada-Ku untuk menjadi perjanjian mengenai keimaman selama-lamanya bagi dia dan bagi keturunannya, karena ia telah begitu giat membela Allahnya dan telah mengadakan pendamaian bagi orang Israel.” ( Bilangan 25 :12-13 )

Perjanjian Tuhan Allah dengan Daud.

Allah mengangkat Yosua menggantikan Musa untuk memimpin bangsa Israel memasuki tanah Kanaan ( Bilangan 27:18,Ulangan 31:7 ). Bangsa Israel kini telah menetap di tanah kanaan dan dipimpin oleh raja Daud yang menggantikan Saul raja pertama bangsa Israel yang telah dihukum Allah karena berbuat kejahatan melanggar ketetapan hukum taurat -Nya. Dengan raja Daud Allah kembali membuat perjanjian.

Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanya, seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, yang telah Kujauhkan dari hadapanmu. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.” ( 2 Samuel 7:12-16 )

 Engkau telah berkata: “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun.” Sela.( Mazmur 89:3-4)

Diapun akan berseru kepada-Ku: ‘Bapaku Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku.’  Akupun juga akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi.  Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia untuk selama-lamanya, dan perjanjian-Ku teguh bagi dia. Aku menjamin akan adanya anak cucunya sampai selama-lamanya, dan takhtanya seumur langit. (Mazmur 89:26-29)

Sama seperti perjanjian-perjanjian yang Allah buat dengan Nuh, Abraham, Ishak dan Israel, demikian juga perjanjian dengan Daud intinya adalah penyaluran kasih karunia, penyertaan dan keselamatan dari Allah untuk umat manusia. Demikian juga sifat dari perjanjian antara Ishak dan Israel yang terjadi sebagai bagian dari pemenuhan perjanjian Allah dengan Abraham, maka perjanjian dengan Daud juga bersifat sama.

Sampai disini bangsa Israel telah memiliki tanah kanaan dan telah berkembang menjadi bangsa yang besar. Tuhan juga sudah memproklamirkan diri-Nya sebagai Allah Israel. Janji-janji Allah kepada Abraham telah terpenuhi sebagian namun sebagian lagi masih belum terpenuhi yaitu akan bangkitnya raja-raja serta berkat yang akan disalurkan ke seluruh umat manusia melalui keturunanya.

Janji Allah tentang perjanjian baru

Bangsa Israel terpecah menjadi dua kerajaan yaitu kerajaan Israel di utara dan kerajaan Yehuda di selatan. Hal ini terjadi akibat hukuman Tuhan kepada Salomo yang berkhianat melanggar perjanjian Allah dengan menyembah allah-allah lain. Namun Tuhan melakuklan hal ini setelah kematian salomo.

1 Raja-raja 11:33  Sebabnya ialah karena ia telah meninggalkan Aku dan sujud menyembah kepada Asytoret, dewi orang Sidon, kepada Kamos, allah orang Moab dan kepada Milkom, allah bani Amon, dan ia tidak hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dengan melakukan apa yang benar di mata-Ku dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturan-Ku, seperti Daud, ayahnya.

Ketika Salomo sudah meninggal, Israel terjerumus dalam perang saudara. Waktu Rehabeam anak Salomo menjadi raja datanglah Yeroeam bin Nebat bersama rakyat menyampaikan keluhan-keluhan rakyat, namun Rehabeam tidak mau mendengar keluhan rakyat dan nasehat para tua-tua Israel ( 1 Raja-raja 12 ). Pada akhirnya Rehabeam mengambil bagian selatan dari negeri itu dan menamakannya Yehuda dengan ibukotanya Yerusalem sementara Yerobeam mendirikan pemerintahannya di Tirza bagian utara Israel dan tetap menggunakan nama Israel. Selanjutnya Ibukota Israel dipindahkan Omri ke Samaria setelah Zimri membakar istana Tirza  (1 Raj 16:17-18 ). Yerobeam bin Nebat membawa Israel kedalam dosa besar penyembahan berhala yang diikuti oleh raja-raja Israel sesudahnya sehingga membuat Tuhan murka dan menghukum seluruh Israel.

Pada abad ke 7 Sm kerajaan Israel diutara jatuh oleh raja Asyur yang mengangkut seluruh Israel kedalam pembuangan di Asyur, sementara kerajaan Yehuda tetap bertahan namun berada dibawah penjajahan kerajaan Asyur yang kemudian beralih ke tangan Mesir ketika Firaun Nekho mengalahkan Asyur dan membunuh Yosia raja Yehuda ( 2 Raja-raja 23:29 ). Pada awal abad ke 6 Sm Nebukadnezar raja Babel menguasai seluruh dearah jajahan Mesir ( 2 Raja-raja 24:7 ) dan kemudian menghancurkan Yerusalem, menjarah rumah Tuhan dan mengangkut orang Yehuda kedalam pembuangan di Babel ( 2 Raja-raja 24:11-16 ). Seluruhnya ada 19 raja keturunan Daud yang bertahta di kerajaan Yehuda sampai kejatuhan kerajaan itu. Kejatuhan tersebut oleh sebab hukuman Allah atas kejahatan bangsa Yehuda yang mengikuti dosa-dosa Israel mengingkari perjanjian-Nya dengan mereka dimana mereka  selalu melanggar hukum taurat dan menyembah berhala sehingga Allah melaksanakan hukumanya sesuai perjanjian di Sinai ( Ulangan 32:19-25 ) .

Sebelum kejatuhan kedua kerajaan itu nabi Elia, Elisa, Mikha, Hosea, Yesaya, Yeremia, Yehezkiel dan nabi-nabi lain memperingatkan Israel dan Yehuda bahwa Allah akan menghukum kejahatan mereka namun orang Israel dan Yehuda tetap tegar tengkuk mengingkari perjanjian Allah dengan mereka.

Dari sejak waktu nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus-menerus, tetapi mereka tidak mau mendengarkan kepada-Ku dan tidak mau memberi perhatian, bahkan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat dari pada nenek moyang mereka. Dengarkanlah suara-Ku!  ( Yeremia 7:25-26 )

Yeremia 11:8  Tetapi mereka tidak mau mendengarkan ataupun memperhatikannya, melainkan mereka masing-masing mengikuti kedegilan hatinya yang jahat; maka Aku telah mendatangkan ke atas mereka segala perkataan perjanjian ini, yang telah Kuperintahkan dipegang, tetapi mereka tidak memegangnya.”

Mereka sudah jatuh kembali kepada kesalahan nenek moyang mereka yang dahulu telah menolak mendengarkan firman-Ku. Mereka mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya. Kaum Israel dan kaum Yehuda telah mengingkari perjanjian-Ku yang telah Kuikat dengan nenek moyang mereka.Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku mendatangkan ke atas mereka malapetaka yang tidak dapat mereka hindari, dan apabila mereka berseru-seru kepada-Ku, maka Aku tidak akan mendengarkan mereka.( Yeremia 11:10-11 )

Meskipun Israel dan Yehuda telah mengingkari perjanjian Allah dengan mereka di Sinai namun perjanjian Allah dengan Abraham belum digenapi yaitu belum datangnya keturunan yang olehnya semua bangsa dimuka bumi akan mendapat berkat. Demikian juga perjanjian Allah dengan Daud dimana Allah berjanji bahwa tahta Daud akan kekal seumur langit juga belum digenapi. Sejak kejatuhan kerajaan Israel dan Yehuda tahta Daud sudah mandek. Tidak ada lagi raja dari keturunan Daud yang memerintah. Apakah Allah sudah melupakan perjanjian-Nya dengan Abraham dan Daud ? Tentu saja tidak !

kepada Yeremia Allah berfirman ;

Sesungguhnya, AKAN DATANG WAKTUNYA, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda,  bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. ( Yeremia 31:31-32 )

Kepada Yehezkiel Allah berfirman ;

Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. ( Yehezkeil 36:25-27 )

Melalui Yesaya Allah berfirman ;

Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain. Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan. Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian. Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api. Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. ( Yesaya 9;1-7 )

Yesaya 10:33  Lihat, Tuhan, TUHAN semesta alam akan memotong dahan-dahan pohon dengan kekuatan yang menakutkan; yang tinggi-tinggi tumbuhnya akan ditebang, dan yang menjulang ke atas akan direndahkan.

Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN; ( Yesaya 11:1-2 )

Yesaya 42:6  “Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,

Melalui Mikha Allah berfirman ;

Sekarang, engkau harus mendirikan tembok bagimu; pagar pengepungan telah mereka dirikan melawan kita; dengan tongkat mereka memukul pipi orang yang memerintah Israel.Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. (  Mikha 5:1-2 )

Isai adalah ayah Daud dan raja-raja Yehuda adalah anak-anak Daud . Ibarat sebuah pohon ketika ditebang akan tersisa tunggulnya namun dari tunggul itu akan keluar tunas baru demikianlah kerajaaan Yehuda dari keturunan Daud sudah dipatahkan namun dari keturunan Daud akan muncul kembali seorang raja yang kerajaan-Nya kekal seumur langit dan Israel dan Yehuda yang tinggal dalam kegelapan akan melihat terang yang besar ketika raja itu lahir di Betlehem Efrata. Roh Tuhan akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan.Ia akan memerintah dengan keadilan dan kebenaran sampai selama-lamanya.

Apa yang disampaikan Allah melalui nabi-nabi diatas adalah jaminan bahwa Allah tidak pernah melupakan perjanjian-Nya dengan Abraham dan Daud . Melalui keturunan Daud akan lahir seorang raja yang kerajaanya kekal seumur langit yang oleh-Nya semua bangsa dimuka bumi akan mendapat berkat  namun waktunya belum tiba. Israel dan Yehuda masih harus menunggu dan menjalankan hukuman-hukuman. Mereka tercerai berai ke daerah bangsa-bangsa lain akibat dari perbuatan mereka melanggar perjanjian Allah.

Masa peralihan dari perjanjian lama ke perjanjian baru

Bangsa Yehuda dihukum Tuhan dalam pembuangan di Babel oleh sebab mereka mengingkari perjanjian Tuhan dengan mereka di gunung sinai. Bait suci di Yerusalem yang dibangun Salomo sudah dihancurkan dan perkakas bait suci diangkut ke negeri musuh ( 2 Raja-raja 25). Dalam penderitaan mereka banyak umat Yehuda yang bertobat dan kembali beribadah kepada Allah. Daniel, Ester, Ezra dan Nehemia adalah tokoh Alkitab yang hidup pada masa pembuangan ini. Imam Ezra kembali mengajak umat Yehuda untuk memulihkan peribadatan mereka kepada Allah sesuai dengan hukum taurat mereka.

Dalam masa pembuangan di Babel ini Tuhan membangkitkan kerajaan Persia yang mengalahkan kerajaan Babel dan lewat raja Persia Tuhan menyuruh umat Yehuda untuk kembali ke Yerusalem dan membangun kembali bait suci yang sudah hancur. Ezra dan Nehemia memimpin kepulangan bangsa Yehuda dan membangun kembali tembok kota Yerusalem dan bait suci, serta membawa kembali perabotan bait suci yang dirampas raja Babel. Disela-sela pembangunan kembali bait suci nabi Hagai dan Zakharia muncul memberi semangat.

 Para tua-tua orang Yahudi melanjutkan pembangunan itu dengan lancar digerakkan oleh nubuat nabi Hagai dan nabi Zakharia bin Ido. Mereka menyelesaikan pembangunan menurut perintah Allah Israel dan menurut perintah Koresh, Darius dan Artahsasta, raja-raja negeri Persia. Maka selesailah rumah itu pada hari yang ketiga bulan Adar, yakni pada tahun yang keenam zaman pemerintahan raja Darius ( Ezra 6:14-15 )

Demikianlah bangsa Yehuda meskipun masih tetap berada dibawah penjajahan dan tidak memiliki raja namun kehidupan peribadatan mereka kepada Allah telah dipulihkan kembali oleh sebab mereka telah bertobat dan kembali setia kepada Allah. Janji Tuhan untuk membangkitkan seorang raja kepada mereka diberitahukan lagi lewat nabi Zakharia .

Zakharia  9:9  Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.

Namun kesetiaan Yehuda tidak berlangsung lama sebab lewat Maleakhi kita membaca bahwa Yehuda kembali mengingkari perjanjian Allah dengan mereka. Para Imam menipu Tuhan dengan mempersembahkan korban cacat (Maleakhi 1:7-14) dan merusakan perjanjian Tuhan dengan suku Lewi lewat ajaran-ajaran yang menyimpang (Maleakhi 2:5-10) dan mereka menipu Tuhan dengan tidak membawa persembahan Persepuluhan dan persembahan khusus lainya (Maleakhi 3:7-8).

Kitab Maleakhi ditulis pada abad 4 sm dan merupakan kitab terakhir dalam perjanjian lama yang juga memuat janji Tuhan akan kedatangan Yohanes pembaptis yang akan mempersiapkan jalan menjelang  “hari Tuhan” yang  besar dan dahsyat itu. Pada hari yang dijanjikan itulah malaikat perjanjian baru akan muncul untuk menggenapi seluruh perjanjian Allah dengan Abraham dan Daud.

Maleakhi  3:1  Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.

Sebagaimana bangsa Israel yang hidup dalam perbudakan fisik di tanah Mesir selama 430 tahun mengerang meminta pertolongan Tuhan, demikian juga 430 tahun setelah Maleakhi menulis kitab terakhir perjanjian lama, bangsa Yehuda hidup dalam kesengsaraan dibawah tekanan penjajah-penjajah mereka. Setelah kerajaan Yunani dibawah Alexander agung menaklukan Persia, maka Yehuda beralih ke tangan Yunani dan kemudian ke tangan Romawi yang mengalahkan Yunani. Baik Persia, Yunani dan Romawi semua mereka adalah bangsa penyembah berhala yang tidak mengenal Tuhan. pada saat-saat inilah timbul pengharapan yang besar akan kedatangan sang Mesias, malaikat perjanjian, raja agung yang dijanjikan Tuhan kepada  mereka.

last-supperPerjanjian baru

400 tahun telah lewat ketika Maleakhi menuliskan kitab terakhir perjanjian lama namun perjanjian Allah dengan Abraham dan Daud maupun janji-janji-Nya lewat nubuatan para nabi tentang kedatangan seorang raja yang akan menyelamatkan umat Israel dan Yehuda serta akan datang waktunya bahwa Ia akan mengadakan perjanjian baru dengan umat Israel belum digenapi. Dalam masa penantian ini di Betlehem Yehuda kota kecil diselatan Yerusalem yang merupakan kampung halaman Boas, Obed dan Isai ayah dan nenek moyang raja Daud, lahir seorang anak yang olehnya nabi-nabi bersaksi ;

Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. ( Yesaya 9:6-7 )

Yesaya 11:1  Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.

Mikha 5:2  Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala

Matius 2:1  Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem

Yohanes 7:42  Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal.”

Lewat kelahiran Yesus kristus Allah menggenapi perjanjian-Nya dengan Daud dimana Dia berjanji untuk menegakan tahta Daud sampai selama-lamanya. Kelahiran Yesus juga menggenapi janji-janji Allah akan datangnya mesias sang raja yang akan menyelamatkan umat Israel dan Yehuda ini. Namun bangsa Israel dan Yehuda yang tegar tengkuk tidak menerima Mesias mereka. Para Imam bersekongkol untuk membunuh Yesus (Matius 26:3-4). Mereka tidak percaya kepada Yesus yang pada puncak pelayanan-Nya memasuki kota Yerusalem dengan mengendarai seekor keledai persis seperti nubuat nabi Zakharia (Zakharia 9:9) mereka lalu membunuh Yesus. Namun kematian Yesus merupakan awal dan akhir suatu masa dimana lewat kematian Yesus kristus Allah menggenapi janji-Nya untuk mengadakan suatu perjanjian baru dengan Israel dan Yehuda, bukan seperti perjanjian Sinai yang telah mereka ingkari.

Yesaya 42:6  “Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,

Matius 26:28  Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.

Markus 14:24  Dan Ia berkata kepada mereka: “Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang.

Lukas 22:20  Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.

1Korintus 11:25  Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”

Lewat kematian Yesus dikayu salib Dia telah mensahkan berlakunya perjanjian baru dengan darah-Nya sebagai meterai. Hukuman-hukuman yang harus ditanggung oleh Israel dan Yehuda yang disebabkan pelanggaran perjanjian Sinai sudah ditanggung oleh Yesus diatas kayu salib. Dengan demikian perjanjian Sinai dengan segala peraturan dan ketetapanya serta hukuman-hukuman yang menyertainya sudah genap.

Sebab, sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua. Sebab Ia menegor mereka ketika Ia berkata: “Sesungguhnya, akan datang waktunya,” demikianlah firman Tuhan, “Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda,  bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-Ku, dan Aku menolak mereka,” demikian firman Tuhan. ( Ibrani 8:7-9)

Ibrani 8:13  Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.

Ibrani 9:15  Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.

Kutuk perjanjian lama yang tertera dalam kitab perjanjian (hukum taurat) mengikat bangsa Israel dan Yehuda yang telah mengingkari perjanjian Allah dengan mereka dan kutuk ini harus dijalankan sebab Allah adalah setia dan tidak bisa mengingkari perjanjian-Nya. Dengan kematian Yesus sang anak domba Allah diatas kayu salib sebagai korban penebus dosa, maka kutuk ini sudah dibayar lunas.

Galatia 3:13  Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”

Lewat kematian Yesus berkat dan kutuk perjanjian Sinai  yang berlaku bagi Israel dan Yehuda sebagai orang-orang yang bersunat keturunan jasmani Abraham telah digenapi dan digantikan dengan berkat-berkat perjanjian baru yaitu kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah lewat IMAN dalam Yesus Kristus yang berlaku bagi semua orang percaya baik yang bersunat (Bangsa Israel dan Yehuda ) maupun yang tidak (Bangsa asing).

Efesus 2:15  sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

Sebab dasar perjanjian Sinai  bukanlah Iman melainkan siapa yang melakukan hukum taurat akan hidup karenanya (Galatia 3:12).  Abraham dibenarkan Allah oleh karena Iman dan dia menerima janji-janji Allah 430 tahun sebelum perjanjian Sinai (Hukum taurat) diberikan. Oleh sebab itu janji Allah kepada Abraham tetap berlaku meskipun ada atau tidaknya hukum taurat karena dasar dari janji Allah adalah Iman Abraham.

Galatia 3:16  Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan “kepada keturunan-keturunannya” seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: “dan kepada keturunanmu,” yaitu Kristus.

 Maksudku ialah: Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah, tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat, yang baru terbit empat ratus tiga puluh tahun kemudian, sehingga janji itu hilang kekuatannya.  Sebab, jikalau apa yang ditentukan Allah berasal dari hukum Taurat, ia tidak berasal dari janji; tetapi justru oleh janjilah Allah telah menganugerahkan kasih karunia-Nya kepada Abraham. (Galatia 3:17-18)

Sebagaimana Abraham dibenarkan oleh karena Iman, demikian pula mereka yang hidup karena Iman disebut anak-anak Abraham sebab Abraham adalah bapa segala orang yang beriman.

Roma 4:11  Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat. Demikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya yang tak bersunat, supaya kebenaran diperhitungkan kepada mereka,

Galatia 3: 7  Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.

Kalau kebenaran berasal dari Iman, lalu apa gunanya perjanjian Sinai (hukum taurat ) ditambahkan ? Apakah karena kebenaran berasal dari iman maka hukum taurat batal karena iman ? Sekali-kali tidak ! melainkan hukum taurat diteguhkan sebagai sarana yang tidak bisa mendatangkan kebenaran sebab semua manusia baik yang bersunat maupun tidak adalah orang berdosa yang tidak mungkin memenuhi tuntutan hukum taurat ( Roma 3:31 ). Hukum taurat adalah kudus, benar dan baik dan berfungsi mengenalkan dosa. Sebab oleh hukum tauratlah orang mengenal dosa ( Roma 3:20 ). Namun hukum taurat samasekali tidak berguna untuk menyelamatkan manusia dari maut karena keinginan daging manusia cenderung melawan hukum taurat. Hanya melalui hidup dalam Roh Kristus saja kita boleh bebas dari hukum dosa dan hukum maut.

Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah. Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut. Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat. ( Roma 7: 4-6 )

Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.( Roma 8:3-4 )

Hukum taurat ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran sampai datangnya keturunan yang dimaksud oleh janji kepada Abraham yaitu Yesus Kristus. (Roma 5:20 ) dan lewat Iman dalam Yesus kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya kepada-Nya.

Kata  taurat berasal dari kata Ibrani   תורה towrah atau  תרה torah yang berarti hukum , instruksi yang mempunyai akar kata ירה yarah atau ירא yara’  yang berarti ajaran, didikan, petunjuk, penuntun. Jadi hukum taurat adalah hukum yang berisi ajaran, didikan, petunjuk, yang diberikan Tuhan untuk menggembalakan dan menuntun umat Israel dan Yehuda sampai tiba waktunya kedatangan Yesus. Sejak kedatangan Yesus yang diawali oleh pelayanan Yohanes pembaptis maka hukum taurat tidak berlaku  lagi sebab kerajaan Allah dengan raja agung-Nya  sudah diberitakan.

Sebelum Iman itu datang kita berada dalam pengawalan hukum taurat sampai Iman itu telah dinyatakan. Jadi hukum taurat adalah penuntun sampai kristus datang. Sekarang Iman itu telah datang jadi kita tidak berada lagi dibawah pengawasan penuntun (Galatia 3:22-25)

Lukas 16:16  Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.

Sejak Yudas menjual Yesus seharga 30 keping perak maka itulah hari yang dinubuatkan nabi Zakharia dimana Tuhan membatalkan perjanjian Sinai (hukum taurat) dan memberlakukan perjanjian baru dengan darah Yesus sebagai meterainya.

Aku mengambil tongkatku “Kemurahan,” lalu mematahkannya untuk membatalkan perjanjian yang telah kuikat dengan segala bangsa. Jadi dibatalkanlah perjanjian pada hari itu, maka tahulah pedagang-pedagang domba yang sedang mengamat-amati aku, bahwa itu adalah firman TUHAN. Lalu aku berkata kepada mereka: “Jika itu kamu anggap baik, berikanlah upahku, dan jika tidak, biarkanlah!” Maka mereka membayar upahku dengan menimbang tiga puluh uang perak.( Zakharia 11:10-12 )

Kebenaran berdasarkan Iman adalah Anugerah Allah melalui Yesus Kristus yang adalah KEGENAPAN hukum taurat sehingga kebenaran diperolah tiap-tiap orang yang percaya (Roma 10:3). Kata kegenapan diterjemahkan dari Kata Yunani  : τελος telos yang juga berarti ; tujuan, akhir dan Kesudahan. Yesus kristus adalah tujuan adalah akhir adalah kesudahan dari hukum taurat sehingga kebenaran melalui iman diperoleh oleh tiap orang yang percaya kepada-Nya.

Melalui kebangkitan Yesus Kristus pula maut yang berkuasa atas umat manusia sejak kejatuhan Adam yang melanggar perjanjian Allah yang pertama telah dikalahkan oleh kebangkitan-Nya sehingga manusia boleh beroleh hidup yang kekal dalam Yesus kristus.

Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang. Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.          ( Roma 5 : 14-15 )

Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar. Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,  supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. ( Roma 5:17-21 )

Demikianlah sungguh mulia dan agungnya rencana Allah yang oleh kelahiran dan kematian anak-Nya diatas kayu salib perjanjian Allah dengan Abraham dan Daud digenapi, janji Allah tentang perjanjian baru digenapi, perjanjian Sinai ( hukum taurat ) juga digenapi dan orang-orang  percaya yang tidak bersunat boleh mendapat jalan masuk kedalam perjanjian Allah dengan Abraham lewat anugerah Iman dalam Yesus kristus. Demikian juga melalui kebangkitan Yesus Kristus maut yang berkuasa sejak Adam melanggar perjanjian Allah yang pertama, telah digantikan dengan kehidupan kekal didalam Yesus kristus.

Kisah 3:25  Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati.

Galatia 3:29  Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.

Saat ini kita telah hidup dibawah perjanjian baru dengan darah Yesus sebagai meterainya, yaitu masa yang penuh dengan kasih karunia dan keselamatan dari Allah. masa perjanjian lama yang dituntun oleh huruf-huruf dalam dua loh batu sudah lewat. Masa perjanjian lama yang dikawal dan dituntun oleh hukum taurat sudah berlalu karena Iman itu yaitu Kristus sudah datang. Tongkat ikatan dan tongkat kemurahan Tuhan sudah dipatahkan dan dibayar lunas seharga 30 keping perak untuk membatalkan perjanjian lama. Masa perjanjian lama yang dipimpin oleh pelayanan hukum yang tertulis yang memimpin kepada kematian sudah lewat dan digantikan oleh pelayanan Roh yang membawa hidup kekal. Masa perjanjian lama yang dikuasai oleh maut sejak jaman Adam sudah tergantikan dengan kasih karunia dan kehidupan kekal dalam Yesus Kristus Tuhan kita.

2 Korintus 3:6  Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.

Oleh sebab itu WASPADALAH terhadap mereka yang mengajarkan ajaran yang bertentangan dengan apa yang telah kita terima dari ajaran Alkitab seperti yang dikatakan rasul Paulus dalam surat Roma 16:17-18 ;

Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu WASPADA terhadap mereka, yang BERTENTANGAN dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka! Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.

Sebab orang kristen telah hidup dengan Roh yang dikaruniakan Tuhan kepada kita dan kita telah menjadi orang merdeka yang tidak terikat lagi dengan hukum taurat yang bersifat daging dan mematikan melainkan oleh Roh yang menghidupkan . Oleh sebab itu janganlah kita menjadi BODOH sama dengan jemaat Galatia yang ditegur Paulus karena terpengaruh oleh ajaran Yahudi ;

Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?  Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?  Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging? ( Galatia 3 : 1-3 )

Apabila kita kembali mengharapkan kebenaran dari hukum taurat dengan berusaha patuh melaksanakan hukum taurat misalnya dengan memelihara hari – hari tertentu serta menganggap beberapa makanan sebagai makanan haram sehingga tidak boleh dimakan, maka kita akan lepas dari Kristus dan hidup diluar kasih karunia. Sebab kerajaan Allah bukanlah soal memelihara hari-hari tertentu, hari sabat, maupun soal makanan dan minuman melainkan soal kasih karunia dan damai sejahtera.

Galatia 5:4  Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.

Kolose 2:16  Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;

Roma 14:17  Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Oleh sebab itu janganlah kita mau DITIPU oleh segala pengajaran sesat yang ingin menghidupkan kembali perjanjian lama dengan hukum-hukum tertulis yang mematikan. Yudaisme mesianik, Saksi-saksi Yehova , para pengikut setia Ellen White dan para pemuja nama Yahwe adalah kelompok yang berusaha menghidupkan perjanjian lama yang sudah berakhir. Ajaran demikian adalah ajaran yang bertentangan dengan apa yang telah kita terima dari ajaran Alkitab. Perjanjian Allah dengan Abraham, Israel dan Daud SUDAH DIGENAPI. Janji Allah demi diri-Nya sendiri juga sudah digenapi. Kerajaan Allah dengan raja agung yang tahta-Nya seumur langit sudah datang dan akan  memerintah sampai selama-lamanya. Raja agung itu ialah Yahwe yang telah menjelma menjadi  Yesus kristus Tuhan dan juruselamat kita. Tidak ada nama lain yang sanggup menyelamatkan manusia kecuali dalam nama Yesus Tuhan kita.

Kisah 4:12  Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, SEBAB DIBAWAH KOLONG LANGIT INI TIDAK ADA NAMA LAIN yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya NAMA DIATAS SEGALA NAMA supaya dalam NAMA YESUS bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!, ( Filipi 2:9-11 )

Amin.

Leave a comment

Filed under Ajaran Kristen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s