DUNAMIS = Nubuatan atau Cold reading

Salah seorang pendeta maju untuk mencoba merasakan apa yang disebut oleh para team dunamis sebagai membagikan kuasa roh kudus atau lebih tepat disebut membaptis dengan roh kudus. Tidak sama dengan peserta lainya yang hanya ditumpang tangan rame-rame sambil mengolesi minyak urapan,untuk pendeta ini,tiba-tiba Dr Brad Long ber-NUBUAT. 

Dr Brad Long berkata ;

“ i just see a mantel of the authority in the leadership …..in the future “ (saya baru saja melihat sebuah mantel/Jubah dalam otoritas kepemimpinan….di masa depan )

Kenapa Dr Brad Long bernubuat untuk pendeta ini sedangkan yang lainya tidak ? Rupanya beliau adalah pejabat tinggi dalam BPMS GMIM dan tentu saja Dr Brad Long mengetahuinya.

Apakah yang dimaksudkanya dengan sebuah mantel dalam otoritas kepemimpinan di masa depan ? Apakah maksudnya pendeta ini akan tetap duduk dalam struktur kepemimpinan di BPMS ? Ataukah maksudnya pendeta ini akan naik pangkat terpilih menjadi ketua sinode ? Kalau seandainya pada masa yang akan datang beliau tidak lagi duduk dalam BPMS atau tidak menjadi ketua sinode,apakah kita bisa menyebut Dr Brad Long seorang penipu ? Tentu saja tidak,karena mantel /jubah dalam otoritas kepemimpinan di masa depan bisa diartikan lain oleh yang bersangkutan ataupun orang yang mendengarnya .Bisa saja jubah itu tetap dipakai karena sebagai pendeta, dalam memimpin ibadah diatas mimbar mereka tetap menggunakan jubah pendeta.

Tidak perlu memiliki talenta atau indra keenam atau ketujuh apalagi harus dibaptis dengan Roh kudus untuk mengetahui bahwa pendeta ini akan tetap menggunakan Jubah.Sahabatku Plainbread  dalam bloggnya berjudul “ Saya tidak pernah salah “ menyebutnya tekhnik Cold reading.Baiklah saya mengutip beberapa bagian dari tulisan itu :

COLD READING

Cold reading. Apakah itu? Terjemahan literalnya adalah pembacaan dingin. Bukan berarti harus membaca di dalam kulkas atau membaca selagi mandi. Tapi istilah cold reading diambil dari bidang teater atau teatrikal. Ketika seorang calon pemain membaca naskah untuk memperlihatkan bahwa dia memiliki kemampuan yang tepat untuk memainkan peran tersebut, di situlah orang tersebut melakukan cold reading.

cold reading adalah “Teknik memberikan informasi yang tepat mengenai seseorang atau hal-hal yang menyangkut orang tersebut tanpa kita kenal dengan orang tersebut, dengan menggunakan berbagai petunjuk yang tersembunyi dan memakai data yang umum.”

Ketika seseorang melakukan cold reading, yang dilakukannya hanyalah seperti melemparkan umpan yang terikat di ujung kail, untuk melihat siapa yang akan memakan umpan tersebut. Di dalam sungai, danau atau laut, pasti ada saja ikan yang lapar dan akan memakan umpan tersebut. Jadi umpan tersebut adalah data general yang kita berikan kepada orang tersebut.

Praktek atau teknik cold reading sebenarnya sudah dipakai dari jaman dahulu. Bangsa Yunani yang terkenal memiliki oracles. Salah satu oracles terhebat dalam sejarah mereka adalah Oracle di kota Delphi karena dia meramalkan hal-hal lebih akurat dibandingkan para oracles yang ada di Yunani.

Suatu hari raja Croesus meminta nasihat kepada Oracle Delphi sebelum melakukan rencana penyerangan ke Persia. Sang oracle berkata,”Jika engkau melintasi sungai, kerajaan yang hebat akan dikalahkan.” Croesus mempercayai nasihat tersebut sebagai kepastian kemenangan bagi kerajaannya. Namun kenyataan menunjukkan sebaliknya. Persia menghantam balik dan Croesus kalah telak. Apakah Oracle salah? Oracle tidak salah. Dia pintar. Dalam suatu peperangan, pasti ada yang kalah. Oracle Delphi tidak menyebutkan kerajaan mana yang akan kalah.

Dalam melakukan cold reading, seseorang praktisi diharapkan bahkan diharuskan tidak pernah salah. Bagaimana mungkin seseorang tidak pernah salah dalam menerapkan cold reading? Mudah. Anda pastinya sudah mendapatkan jawabannya setelah membaca cerita dan contoh-contoh di atas.

Untuk membagi sedikit lagi dari cold reading yang sering dipakai di mana-mana, saya akan memaparkan beberapa poin dari buku The Full Facts Book of Cold Reading karya Ian Rowland. Dalam bukunya, ia menekankan hal-hal yang selalu dilakukan oleh para praktisi cold reading, misalnya:

1. The Rainbow Ruse

Teknik yang digunakan adalah mendeskripsikan hal umum mengenai seseorang atau sesuatu, tapi pada saat yang sama juga memberikan hal umum yang berlawan. Misalnya: “Anda adalah seseorang yang sangat baik hati, tetapi terkadang anda tidak peduli dengan keadaan orang lain.”

Pernyataan ini bisa berlaku buat siapa saja. Dan tidak akan pernah salah karena seorang manusia memiliki pribadi yang kompleks, ada kebaikan-kebaikan dan kekurangan-kekurangan di dalam diri seseorang. Yang harus dilakukan adalah melemparkan umpan yang sifatnya umum.

2. Sugar Lumps

Teknik yang digunakan adalah memberikan hal-hal yang sifatnya manis mengenai orang tersebut, tetapi tetap dengan mengatakan sesuatu yang sifatnya seperti merupakan kebenaran. Misalnya: “Sebenarnya anda itu orang yang pandai dan peduli dengan orang lain, buktinya banyak sekali hal yang anda pikirkan, termasuk tentang diri anda dan tentang orang lain.” Contoh pernyataan tersebut bisa diaplikasikan ke siapa saja. Siapa di dunia ini yang tidak pernah berpikir tentang dirinya sendiri dan tentang orang lain?

3. Jacques Statement

Teknik yang digunakan adalah mengungkapkan masa lalu seseorang. Jacque adalah seorang karakter di dalam karya Shakespeare “As You like it”. Misalnya,”Ingatkah ketika engkau kecil, engkau orang yang periang, suka bermain, dan ketika engkau beranjak remaja, engkau gemar bermimpi, memiliki impian dan cita-cita. Sekarang engkau merasa banyak hal yang engkau tidak bisa gapai, dan engkau tidak seperti yang engkau harapkan sewaktu engkau masih kecil?” Pernyataan ini bakal jadi sesuatu yang benar buat hampir semua orang.Tapi buat orang-orang yang diramal atau dinubuatkan dengan pernyataan semacam itu, mereka akan menyangka bahwa anda adalah orang yang memiliki kemampuan khusus.

Cold reading adalah teknik yang paling banyak dipakai oleh penulis horoskop, tukang ramal, dukun, tukang sulap, para ilusionis atau mentalis yang menghibur di layar televisi dan para pengkhotbah alam roh.

Sumbernya bisa dari mana saja, misalnya dari ayat-ayat di kitab suci (“masa depanmu penuh harapan”, “engkau akan diberkati berlimpah-limpah”), dari judul-judul di surat kabar dan di majalah (“ada seorang terkenal akan mati tahun ini”, “akan ada bencana di akhir tahun ini”), bahkan dari sifat dan karakter manusia pada umumnya (“engkau baik”, “engkau tidak mudah menyerah”, “engkau punya potensi yang besar”).

Untuk melakukan Cold reading tidak harus punya talenta atau karunia, atau mesti memiliki indera keenam atau ketujuh,apalagi harus dibaptis dengan roh kudus seperti yang dilakukan oleh dunamis, Siapa pun bisa melakukannya.

Dulu ada salah satu pendeta terkenal, namanya Marjoe Gortner. Dia suka kotbah dari umur 4-5 tahun, bahkan pernah menikahkan orang saat dia berumur sebegitu mudanya. Dia mungkin salah satu pendeta termuda dalam sejarah Amerika/dunia. Datang dari keluarga dan kakek nenek yang juga pendeta. Dia terus jadi pendeta dan berkeliling2 mengadakan KKR, revival, mujizat dan kesembuhan Ilahi.

Film nya, Marjoe, menceritakan ‘pertobatan’ dia dari Kristen menjadi atheis. Di film dokumenter tersebut, dia menceritakan kebobrokan dan kepalsuan yang terjadi yang dia lakukan sewaktu berkotbah dan menggalang dana untuk dirinya sendiri. Dia bercerita bagaimana mudahnya untuk berkotbah memakai firman Tuhan, lalu memerintahkan audience dalam nama Tuhan untuk “God told me to tell you, yes you’re the one who saved your money in a cookie jar, to send it to me, then He will bless you in 10, 20 times folded.” Wanita2 setengah baya  di amerika pada saat itu memang suka simpen duit di kaleng atau tempat kue. Dari ratusan atau ribuan pendengar, kemungkinan kena pasti ada sedikitnya 1-2 orang. Film dokumenter nya yang mendapat academy award tahun  1972 bisa ditonton di sini, ada 10 parts.

Saat ini begitu banyak penginjil pada umunya dari gereja kharismatik yang juga melakukan Cold reading namun menambahinya dengan embel-embel suara Tuhan atau mendapat penglihatan atau pendengaran dari Tuhan.

Philip Mantofa

Todd bentley

Benny Hinn

Brian Carn

TD Jakes

Paul Morton

Juanita Bynum

Oral Roberts

Paul Crouch

Sean Monteiro

Djohan “Sheep” Gate

Gilbert Lumoindong

Dan yang paling mutakhir adalah Dr Brad long dalam program Dunamis yang diajarkan di GMIM.

Nubuat dalam Alkitab selalu dinyatakan dengan terang dan jelas tidak menggunakan kata-kata bersayap yang menimbulkan multi tafsir.Contohnya nubuat-nubuat  tentang kelahiran Yesus kristus.

Mikha 5:2  (5-1) Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.

Yesaya 7:14  Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

Nubuat-nubuat itu sangat jelas dan disampaikan jauh sebelum masa itu datang.Tentu saja hal ini sangat berbeda dengan apa yang dilakukan para pengkhotbah yang kebanyakan adalah  pengkhotbah kharismatik itu.Mereka rata-rata bernubuat dengan kata-kata bersayap yang multi tafsir,dengan demikian terjadi atau tidak kita tidak bisa memastikanya.Demikian juga dengan Dr Brad long yang menubuatkan tentang jubah untuk sang pendeta.

4 hal untuk membedakan roh.

Dalam materi ke 17 membedakan bermacam-macam roh,Dr Brad long dan Dr Frank Drake mengajarkan bahwa ada 4 hal pokok yang digunakan untuk menilai apakah nubuatan/penglihatan ataupun suatu pengajaran berasal dari Roh kudus atau tidak.

1 . Apakah memuliakan Tuhan Yesus

2 . Apakah konsisten dengan ajaran Alkitab

3 . Apakah ada gerakan respon dalam hati.

4 . Apakah ada bukti objektif  ( nubuatan/penglihatan benar-benar terjadi )

Kelihatanya 4 hal untuk membedakan roh itu memang menarik dan patut dipercaya,oleh sebab itu saya mencoba menggunakan ke empat langkah tersebut untuk menilai apakah ajaran dunamis itu memang berasal dari Roh kudus atau isapan jempol dari guru-guru palsu.

2 Petrus 2:1  Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

2 Petrus 2:3  Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.

Dr Brad Long mengambil  contoh kasus untuk point 1 dan 2 yang berasal dari cerita tentang anak dan istrinya yang tentu saja kita tidak bisa membuktikan apakah  itu benar-benar terjadi atau hanya cerita isapan jempol saja. Sedangkan untuk point 3 dan 4 Dr Brad Long mengambil contoh kasus tentang  masalah dualisme dalam kepemimpinan UKIT.Seperti kita ketahui bahwa saat program Dunamis mulai berjalan pada bulan september 2010 lalu,UKIT masih terbagi menjadi 2 bagian yaitu UKIT YPTK dan UKIT Wenas.Contoh kasusnya adalah ketika Dr frank Drake mengajar materi koinonia,dia bertanya kepada team doa dunamis apakah Tuhan memberikan mereka penglihatan tentang apa yang akan terjadi dalam kasus dualisme UKIT ? Team doa menjawab ya,mereka melihat sebuah tembok yang sangat besar.

Dr Brad Long bertanya kepada para peserta “ apakah ada gerakan respon dalam hati (point 3)” sebagian besar peserta menjawab ya.Seorang peserta laki-laki mengatakan dia merasa gelisah ketika mereka menyampaikan hal itu.Dr Brad Long pun berkata bahwa dia yakin hal itu berasal dari roh kudus.

Dr brad long pun melanjutkan ajaranya bahwa itu adalah waktu kairos dimana roh kudus sudah siap untuk bekerja, yaitu roh kudus sudah siap untuk bekerja menyatukan kembali UKIT yang terpecah.

Dengan demikian merekapun sepakat bahwa itu memang berasal dari roh kudus.Dr Brad long sudah menyatakan bahwa dia yakin,namun buru-buru berkata bahwa mereka masih harus menunggu hal ke 4 yaitu bukti bahwa rekonsiliasi UKIT akan terjadi dimana kedua pihak akan bersatu kembali.

Apakah nubuatan dari team doa itu memang benar-benar dari Tuhan dan terbukti terjadi bahwa keduabelah pihak akan sampai pada rekonsiliasi karena roh kudus sudah bekerja ( Kairos moment ) seperti yang di katakan Dr Brad long ?

Handai taulan sekalian apakah Dr Brad MEMBUAL alias nubuatan mereka omong kosong belaka atau dia tidak pernah salah karena Cold reading ?

Saat ini UKIT bukanya bersatu tetapi menurut teman-teman di Facebook malahan justru pecah menjadi tiga bagian.UKIT YPTK,UKIT WENAS dan UKIT TAMPI. Sampai disini saja kita sudah bisa memastikan bahwa nubuatan mereka omong kosong,namun demikian ternyata Dr brad Long tetap tidak salah karena  selain mengatakan harus menunggu hal yang ke empat yaitu terjadinya rekonsiliasi antara kedua belah pihak,namun ternyata masih ada ekornya yaitu “ Atau hal lain yang bisa dilakukan “

Bagaimana mungkin membuktikan dengan 4 langkah bila ujung-ujungnya dibungkus dengan cold reading ?

Hentikan program DUNAMIS

 

Leave a comment

Filed under Ajaran Kristen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s