JIN-JIN DAN KAMBING JANTAN

satan3Sejarahwan kuno Josephus ( Agains Apion II.7. 81.), Diodurus Siculus (Bibliothec. l. 1. 58, 79.), Herodotus (Euterpe, sive, l. 2. c. 46.), Strabo (Geograph. l. 17. 551.) dan Maimonides (Moreh Nevochim, p. 3. c. 46.) mencatat tentang kebiasaan orang Mesir kuno mendewakan kambing jantan sebagai salah satu berhala mereka. Orang Israel yang tingal di Mesir selama 430 tahun juga terpengaruh dan melakukan persembahan korban pada dewa kambing ini.

Dalam kitab imamat 17:1-10 yaitu ketika bangsa Israel berada dipadang gurun saat menuju ke tanah kanaan,  Tuhan memberi perintah agar mereka beribadah di kemah suci dan mempersembahkan korban juga hanya di kemah suci. Mempersembahkan korban diluar kemah suci adalah perbuatan terlarang. Maksudnya ialah supaya orang Israel membawa korban persembahan mereka hanya kepada Tuhan saja didalam kemah pertemuan dan tidak lagi mempersembahkan korban kepada dewa kambing jantan berhala orang Mesir.

Imamat 17:5  Maksudnya supaya orang Israel membawa korban sembelihan mereka, yang biasa dipersembahkan mereka di padang, kepada TUHAN ke pintu Kemah Pertemuan dengan menyerahkannya kepada imam, untuk dipersembahkan kepada TUHAN sebagai korban keselamatan.

Imamat 17:7  Janganlah mereka mempersembahkan lagi korban mereka kepada jin-jin,( 08163 ) sebab menyembah jin-jin itu adalah zinah. Itulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi mereka turun-temurun.

Kata”Jin-Jin” (08163) dalam ayat ini diterjemahkan dari kata asli bahasa Ibraninya yaitu “ שׂעיר sa‘iyr atau  שׂער sa‘ir” yang berarti “kambing atau kambing jantan atau kambing jantan yang berbulu kesat “  seperti yang terdapat pada ayat-ayat dibawah ini :

kambing-gurun-856

Yeh 43:22  Pada hari kedua engkau harus mempersembahkan seekor <08163> kambing jantan yang tidak bercela sebagai korban penghapus dosa dan orang harus menyucikan mezbah itu seperti sudah disucikan dengan lembu jantan.

Yeh 43:25  Selama tujuh hari engkau harus mengolah setiap hari seekor kambing <08163> sebagai korban penghapus dosa; harus diolah juga seekor lembu jantan muda dan domba jantan dari antara domba-domba, yang tidak bercela.

Yeh 45:23  Selama tujuh hari hari raya itu ia harus mengolah korban bakaran bagi TUHAN: tiap hari tujuh ekor lembu jantan dan tujuh ekor domba jantan yang tidak bercela dan untuk korban penghapus dosa tiap hari seekor <08163> kambing jantan.

Dan 8:21  Dan kambing jantan yang berbulu kesat <08163> itu ialah raja negeri Yunani, dan tanduk besar yang di antara kedua matanya itu ialah raja yang pertama.

Namun didalam ayat Imamat 17:7 diatas dan juga Yesaya 13:21 dan 34:14 kita menjumpai kata ini diterjemahkan menjadi Jin atau Jin-Jin.

Yes 13:21  tetapi yang akan berbaring di sana ialah binatang gurun, dan rumah-rumah mereka akan penuh dengan burung hantu; burung-burung unta akan diam di sana, dan jin-jin <08163> akan melompat-lompat;

Yes 34:14  Di sana berpapasan binatang gurun dengan anjing hutan, dan jin <08163> bertemu dengan temannya; hantu malam saja ada di sana dan mendapat tempat perhentian.

Bila kita memperhatikan konteks dalam Yesaya 13:21 dan 34:14 maka akan sangat jelas kelihatan bahwa kedua ayat ini berbicara tentang hal yang sama yaitu pembalasan Tuhan terhadap Babel dan Edom dimana digambarkan karena dahsyatnya pembalasan Tuhan  kota mereka akan kosong dan tidak dihuni oleh manusia lagi melainkan hanya binatang-binatang gurun dan hantu malam ( Liyliyth) yang merupakan gambaran dari dewa berhala orang Babel dan Edom. Dengan demikian kata שׂער sa‘ir yang diterjemahkan sebagai Jin dan Jin-Jin ini juga lebih tepat bila diterjemahkan menjadi kambing atau kambing jantan sebagai binatang gurun yang disembah sebagai dewa berhala.

Kasus yang sama juga terjadi dalam 2 Tawarihk 11:15 ;

2Taw 11:15  dan mengangkat bagi dirinya imam-imam untuk bukit-bukit pengorbanan untuk jin-jin  ( 08163 ) dan untuk anak-anak lembu jantan yang dibuatnya.

Konteks ayat ini sedang berbicara tentang perbuatan Yerobeam bin Nebat raja Israel yang menjerumuskan Israel ke dalam penyembahan berhala. Dia melarang orang Lewi memegang jabatan imam dan mengangkat  imam-imam dari suku lain untuk memimpin praktek penyembahan berhala kepada dewa kambing jantan dan anak lembu jantan buatan manusia. Oleh karena perbuatanya ini menyebabkan orang Lewi meninggalkan milik mereka dan pergi ke Yerusalem bergabung dengan Rehabeam raja Yehuda.

Bagi para sarjana teologia maupun awam yang rajin belajar Alkitab dengan cara yang benar, hal terjemahan ini tidaklah menjadi masalah, namun sebaliknya bagi awam yang mungkin tidak memiliki waktu yang cukup untuk belajar Alkitab dengan sungguh-sungguh kata Jin-Jin dalam ayat-ayat itu akan berpengaruh besar sebab dengan minimnya pengetahuan kristen awam akan terjebak pada salah pengertian bahwa jin-jin yang dimaksud dalam ayat-ayat itu adalah mahkluk gaib jin yang dikenal di Indonesia. Besar kemungkinan para penerjemah LAI yang dulu menerjemahkan kata ini dipengaruhi oleh terjemahan bahasa Inggris yang menerjemahkanya menjadi “devils” sehingga padanan yang pas dari kata itu adalah mahkluk gaib jin atau setan.

Konteks perjanjian lama sangat jelas bahwa  Tuhan memilih umat Israel untuk memisahkan mereka dari penyembahan berhala bangsa-bangsa pagan pada saat itu. Alkitab mengajarkan bahwa berhala adalah sang maha tiada alias sesembahan ciptaan manusia yang terbuat dari emas, perak, batu, kayu dll yang bukan mahkluk ciptaan Tuhan. Dengan demikian kata jin ini dilihat dari sudut manapun tidak tepat karena Jin menurut umat muslim adalah mahkluk ciptaan Tuhan yang diciptakan dari bahan baku api sedangkan berhala adalah sesembahan bangsa pagan ciptaan manusia. Kambing jantan berbulu yang oleh orang Indonesia disebut kambing bandot bukanlah mahkluk gaib melainkan binatang gurun yang dijadikan dewa berhala oleh orang Mesir kuno yang kemudian mempengaruhi orang Israel untuk mempersembahkan korban kepadanya. Itulah sebabnya pada ayat selanjutnya di kitab Imamat Tuhan kembali memperingatkan Israel ;

Imamat 18:3  Janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Mesir, di mana kamu diam dahulu; juga janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Kanaan, ke mana Aku membawa kamu; janganlah kamu hidup menurut kebiasaan mereka.

Amin.

Leave a comment

Filed under Ajaran Kristen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s