Hari Minggu,Makanan & Taurat

1.Hari Minggu

Kekristenan telah berumur 2000 tahun , dan semenjak 2000 tahun yang lalu jemaat Kristen mula-mula berkumpul dan beribadah pada hari pertama yaitu hari minggu. Hal ini tercatat dengan jelas dalam Alkitab Kis 20:7 dimana pada hari pertama dalam minggu itu jemaat berkumpul untuk mendengarkan khotbah dan merayakan Perjamuan Kudus. Ini merupakan petunjuk yang jelas tentang kebiasaan orang Kristen untuk menghormati hari Minggu sebagai hari ibadat. Bukti lainya terdapat dalam Surat 1 Kor 16:2 dimana Hari pertama dari tiap-tiap minggu, atau hari Minggu, adalah hari ketika mana orang percaya berkumpul untuk beribadah sambil mengumpulkan persembahan untuk diakonia kepada jemaat miskin di Yerusalem.  Selain catatan Alkitab diatas, ada juga bukti-bukti sejarah dari catatan pemimpin-pemimpin gereja abad pertama antara lain ;

Epistle of Barnabas (100 AD): “Jadi kita juga memelihara hari kedelapan dengan sukacita, hari yang sama dengan kebangkitan Yesus dari orang mati.

Epistle of Ignatius (107 AD): “Jangan tertipu dengan doktrin-doktrin aneh, ataupun dengan dongeng tua, yang tidak bermanfaat. Sebab jika kita masih hidup menurut hukum Yahudi, kita mengakui bahwa kita belum menerima kasih karunia…. Oleh karena itu, jika mereka yang dibesarkan di bawah peraturan lama itu, lalu mendapatkan pengharapan baru, tidak lagi memelihara Sabat, tetapi memelihara hari Tuhan, pada hari mana kehidupan kita bangkit oleh Dia dan kematianNya.”

Justin Martyr (140 AD): “Dan pada hari yang disebut Minggu, semua yang tinggal di kota-kota atau di pedesaan berkumpul pada satu tempat, dan tulisan-tulisan para Rasul atau para Nabi dibacakan terlebih dahulu…Tetapi hari Minggu adalah hari di mana kita mengadakan pertemuan umum, karena itu adalah hari pertama Allah menjadikan dunia; dan Yesus Kristus Juruselamat kita bangkit dari kematian pada hari yang sama.”

Berdesanes, Edessa (180 AD): “Pada satu hari, yang pertama dari satu minggu, kami berkumpul bersama.”

Irenaeus (155-202 AD): “Misteri kebangkitan Tuhan tidak boleh dirayakan pada hari lain selain Hari Tuhan, dan hal ini saja sudah mengharuskan kita merayakan Paskah pada hari itu.”

Tertullian (200 AD): “ Kami mengkhusyukkan hari setelah Sabtu, berlawanan dengan mereka semua yang menyebut hari ini sebagai Sabat mereka.”

Sejak jemaat mula-mula abad pertama sampai saat ini 2000 tahun kemudian, orang Kristen beribadah pada hari pertama yaitu hari minggu.

Setelah jemaat Kristen beribadah pada hari minggu selama 1800 tahun, lahir seorang wanita bernama Ellen Harmon yang kemudian menikah dengan James white dan menjadi nyonya Ellen White. Dia mendirikan gereja Advent hari ketujuh yang mewajibkan jemaatnya beribadah pada hari Sabtu dan menganggap orang Kristen yang beribadah pada hari minggu sebagai pemberontak yang menyingkirkan perintah Allah. Ellen White mengajarkan bahwa gereja Kristen telah mengubah sabat menjadi minggu tanpa otoritas Alkitab ;

“Orang-orang Kristen dari generasi-generasi yang lalu memelihara hari Minggu, sambil mengira bahwa dengan demikian mereka memelihara Sabat dalam Alkitab…” (Ellen White, The Great Controversy, hal. 394).

Ellen White dipercaya oleh pengikutnya sebagai nabi yang menerima wahyu Allah lewat penglihatan dalam mimpi-mimpinya. Disamping Alkitab, gereja Advent menempatkan ajaran Ellen White yang berdasarkan mimpi-mimpi itu sebagai Dasar kepercayaan gereja mereka.

Selanjutnya pada abad 19 atau 1900 tahun kemudian, seorang jemaat Advent pengikut Ellen white bernama George Vanderman menulis sebuah buku berjudul “Planet ini rebellion” dimana  pada halaman 290 dia menulis demikian ;

“Konstantin adalah Kaisar Roma. Dia adalah penyembah matahari, tetapi juga seorang politikus ulung. Dia ingin menyenangkan semua orang. Ketika masih penyembah berhala, ia memerintahkan bahwa semua institusi negara harus tutup pada hari pertama “hari matahari.” Gereja, yang telah berdiri di Roma, dengan cepat melihat keuntungannya jika berkompromi dengan penyembahan berhala…jadi dalam beberapa tahun saja, hari Minggu telah mendapatkan dukungan, gereja Roma dalam Konsili Laodikia menyingkirkan perintah Allah yang jelas dan mendekritkan perubahan dari hari ketujuh ke hari pertama suatu minggu” (Planet in Rebellion, hal. 290).

Kaisar Konstantin adalah kaisar Roma yang hidup pada abad ke 4 , artinya , sebelum Konstantin lahir jemaat Kristen sudah beribadah pada hari minggu sejak 400 tahun sebelumnya, artinya bahwa, gereja tidak perlu mendukung kaisar Konstantin apalagi berkompromi dengan penyembah berhala untuk menetapkan hari minggu sebagai hari beribadah karena hal itu MEMANG SUDAH dijalankan sejak 400 tahun sebelum sang kaisar lahir. Demikian juga jemaat Kristen mula-mula beribadah pada hari minggu tercatat dalam Alkitab, artinya , itulah otoritas Alkitab yang dijalankan jemaat Kristen sampai saat ini. Berdasarkan bukti Alkitab dan catatan sejarah bapa-bapa gereja mula-mula yang telah dibahas terlebih dahulu diatas jelas kelihatan bahwa George Vanderman adalah seorang PEMIMPI persis seperti pendahulunya Ellen white yang hanya melihat  dan belajar lewat penglihatan dalam MIMPI-MIMPI  bukanya belajar Alkitab dan sejarah gereja dengan benar.Karena mereka tidak belajar Alkitab dan sejarah gereja dengan benar maka ajaran mereka tentang hari minggu serta ajaran lainya NGAWUR dan amburadul sebab tidak sesuai dengan catatan Alkitab dan kenyataan sejarah. Untuk mengerti Alkitab dengan benar seseorang harus belajar, menguasai dan menerapkan prinsip-prinsip Hermenutika dengan baik. Jika ini tidak dilakukan maka hasilnya adalah kesalahan demi kesalahan. Contoh yang paling terang dari kesalahan sejarah yang dilakukan Ellen White dalam ajaranya adalah mengenai raja Herodes. Didalam Alkitab kita bisa membaca tentang raja Herodes dalam injil Matius,Markus ,Lukas dan Kisah para rasul ;

Mat 2:1  Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem

Mrk 6:14  Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: “Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia.”

Luk 23:7  Dan ketika ia tahu, bahwa Yesus seorang dari wilayah Herodes, ia mengirim Dia menghadap Herodes, yang pada waktu itu ada juga di Yerusalem.

Kis 12:1  Kira-kira pada waktu itu raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat.

Keempat ayat diatas berbicara tentang raja Herodes yang bagi jemaat awam yang tidak menguasai prinsip-prinsip Hermeneutik, akan menganggap bahwa raja Herodes dalam empat ayat diatas adalah orang yang sama karena hanya tertulis raja Herodes tanpa keterangan dibelakangnya, namun kenyataanya tidaklah demikian. Apabila kita belajar Alkitab dengan benar maka kita akan tahu bahwa Herodes dalam Mat 2:1 adalah Herodes Agung yang memerintah tahun 43 SM sampai tahun 4 SM. Herodes inilah yang bertemu dengan orang Majus pada waktu kelahiran Yesus.Herodes dalam Mrk 6:14 dan Luk 23:7 adalah Herodes Antipas anak Herodes agung yang menggantikan ayahnya menjadi raja dari tahun 4 SM sampai tahun 39 M. Dialah yang membunuh Yohanes pembaptis dan terlibat dalam kematian dan kebangkitan Yesus. Herodes dalam Kis 12:1 adalah Herodes Agripa 1 cucu Herodes agung yang menggantikan Herodes Antipas.Ia memerintah dari tahun 39 M sampai ia mati ditampar malaikat tahun 44 M .( Kis 12:23 ) Dialah yang membunuh rasul Yakobus  (Kis 12:2 ).

Ellen White mengira bahwa Herodes yang membunuh rasul Yakobus adalah Herodes yang sama yang juga terlibat dalam kematian dan kebangkitan Yesus.Ellen White dalam bukunya Early writings hal 185 menulis demikian ;

“Herod’s heart had grown still harder; and when he heard that Christ had risen, he was not much troubled. He took the life of James . . .”  Terjemahan bebas saya ; ( “Hati Herodes masih bertambah keras ; dan ketika dia mendengar bahwa Kristus sudah bangkit, tanpa banyak kesulitan dia membunuh Yakobus……”)

 Dari pelajaran keempat ayat diatas kita sudah tahu bahwa Herodes yang terlibat dalam kematian dan kebangkitan Yesus adalah Herodes Antipas anak Herodes agung, sedangkan yang membunuh Yakobus adalah Herodes Agripa 1 cucu Herodes agung. Mereka sama-sama raja Herodes namun berbeda orangnya,tempatnya dan waktunya. Dengan demikian kelihatan jelas bahwa Ellen White memang hanya belajar dari mimpi-mimpi belaka, itu sebabnya dia tidak tahu bahwa raja Herodes yang terlibat dalam kematian dan kebangkitan Yesus berbeda dengan Herodes yang  membunuh Yakobus. Sebagai seorang pengajar, seharusnya Ellen White menguasai prinsip-prinsip Hermeneutik, namun kenyataanya dia bukanlah pengajar sejati.

MIMPI-MIMPI dijadikan DASAR AJARAN padahal belum tentu mimpi itu merupakan petunjuk dari Tuhan. Jika dikatakan bahwa mimpi itu adalah petunjuk dari Tuhan, tidak mungkin itu bertentangan dengan catatan Alkitab karena itu berasal dari Allah. Jika mimpi itu bertentangan dengan kenyataan sejarah maka itu tidak mungkin petunjuk dari Tuhan karena Allah maha tahu peristiwa apa yang sudah,sedang dan akan terjadi. Setiap manusia didunia pernah bermimpi karena mimpi adalah fenomena dalam otak manusia. Jika mimpi dijadikan dasar ajaran maka ajaran kekristenan dunia pasti kacau balau karena setiap orang memiliki mimpinya masing-masing yang bisa diklaim sebagai petunjuk Tuhan. Oleh sebab itu setiap klaim dari seseorang harus DIUJI  kebenaranya dengan Alkitab sebagai standart untuk menguji. ( 1 Tes  5:21 . 1 Yoh 4:1 ) Jika klaim ajaran itu menyimpang dari apa yang diajarkan Alkitab maka itu jelas bukan dari Tuhan sebab Tuhan tidak mungkin bertentangan dengan diri-nya sendiri.

Sebagaimana nama Advent yang berarti penantian alias menantikan kedatangan Kristus yang kedua kali berasal dari “hari kekecawaan besar “ atau “great disappointment day” dimana  Yesus yang dipercaya datang dan dinantikan pada tahun 1834 ternyata tidak datang, demikianlah nasib jemaat Advent mula-mula yang kemudian hari kembali diperhadapkan pada “kekecewaan, kekecewaan “  bahkan mungkin juga rasa “MALU” ( Jika mereka masih punya malu ) sebab mimpi-mimpi pemimpin mereka Ellen white yang mengklaim bahwa Yesus akan segera datang saat itu yang ternyata tidak datang-datang juga sampai hari ini memanglah peristiwa yang memalukan.  Ellen White menulis dalam buku-bukunya tentang hari dan jam kedatangan Yesus yang semuanya terbukti hanya IMPIAN kosong belaka.

pada tanggal 27 juni 1850 malaikat yang mendampingi saya berkata : “ Waktu sudah hampir habis “… kata malaikat itu : “ Bersiaplah, bersiaplah, bersiaplah “ (Ellen White,early writings hal 64 )

Didalam buku yang sama pada hal 64 dia menambahkan bahwa hanya beberapa bulan dari saat itu Yesus akan datang. Dalam buku testimony for the church vol I hal 131-132, dalam pertemuan di Batlle creeck Michigan pada bulan mei 1856 Ellen white menulis ;

 sebagian yang hadir dalam pertemuan akan menjadi makanan bagi cacing-cacing, dan sebagian lagi akan hidup

Alkitab dengan jelas menulis bahwa Tidak ada seorangpun yang tahu kapan waktu kedatangan Yesus, (Matius 24:36}  jangankan malaikat, bahkan Yesus sendiri pun berkata bahwa Dia tidak tahu sebab yang tahu hanya Allah Bapa di surga, bagaimana mungkin malaikat dan manusia biasa bernama Ellen White bisa tahu.? Jelas itu memang hanyalah  mimpi Ellen White,namun jemaat Advent sampai saat ini masih terbuai dengan mimpi-mimpinya sehingga menempatkan mimpi-mimpi itu sebagai dasar kepercayaan mereka.

Mengenai peristiwa nubuatan Ellen White tentang kedatangan Yesus yang berkali-kali dan tidak terjadi, demikian juga dengan kesalahan sejarah ajaranya, Alkitab mengingatkan kita

Ul 18:22  “apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.”

1Yoh 4:1  Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

2.Makanan     

Sebagaimana Advent yang menuduh sembarangan bahwa gereja Kristen menyingkirkan perintah Allah karena beribadah pada hari minggu tanpa otoritas Alkitab, demikian juga Advent menuduh bahwa jemaat Kristen pemakan makanan haram. Jemaat Advent dewasa yang awam dengan pengetahuan Alkitab ( bahkan juga sejarah dan ajaran gereja mereka sendiri ) yang DANGKAL, mengajar kepada anak-anak mereka tentang daging babi ; “ bagi kita HARAM bagi mereka HARUS .”

Mari kita lihat apa kata Alkitab perjanjian baru mengenai makanan.

Dalam Alkitab Kis 10:9-16 kita membaca sebuah kisah perjalanan rasul Petrus menuju Yope. Ketika ia selesai berdoa, ia merasa lapar dan ingin makan, lalu tampaklah suatu bundelan kain lebar berisi segala macam binatang haram ( seperti dalam Imamat  11 ) yang diturunkan dari langit .

lalu terdengarlah suara Tuhan ;        “ Bangunlah hai Petrus, sembelihlah dan makanlah “

Tetapi Petrus menjawab     “ Tidak Tuhan , sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan tidak tahir “

Kemudian suara Tuhan terdengar kedua kalinya   “ APA YANG DINYATAKAN HALAL OLEH ALLAH TIDAK BOLEH ENGKAU NYATAKAN HARAM “

HAL INI TERJADI SAMPAI TIGA KALI……!

Didalam Alkitab Markus 15 ; 15-20  kita membaca kisah Yesus mengajar orang banyak didepan murid-murid-Nya.

Yesus berkata   “Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.”

Murid-murid-Nya bertanya apa maksud perkataan itu karena mereka tidak mengerti, lalu Yesus  menjawab ;

“ Maka jawab-Nya: “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?” DENGAN DEMIKIAN IA MENYATAKAN SEMUA MAKANAN HALAL.” ( Mrk 15:18-19 )

Rasul Paulus dalam surat-suratnya dengan konsisten mengajarkan bahwa  kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, oleh sebab itu makanan tidak punya faedah sama sekali bagi orang kristen. kita boleh makan semua yang dijual dipasar daging sebab semua makanan halal jika diterima dengan ucapan syukur, namun makan atau tidak makan tidak ada pengaruhnya sama sekali karena baik makan atau tidak makan tidak akan membawa kita lebih dekat kepada Allah.

1 Korintus 8:8  “Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan.”

1 Korintus 10:25-26  Kamu boleh makan segala sesuatu yang dijual di pasar daging, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani. Karena: “bumi serta segala isinya adalah milik Tuhan.”

Roma 14:17  Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

1Tim 4:4  Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur,

Disamping mengajarkan hal-hal diatas,rasul Paulus juga sudah mengingatkan kita lewat Alkitab 1 Tim 4:1-3 bahwa  “DIWAKTU-WAKTU KEMUDIAN” ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat, ajaran setan-setan dan tipu daya pendusta-pendusta yang melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah yang dengan ucapan syukur dimakan oleh orang percaya yang telah mengenal kebenaran. Karena Alkitab ini ditulis 2000 tahun yang lalu maka “DIWAKTU-WAKTU KEMUDIAN” berarti suatu saat kedepan yang bisa berarti saat ini. Jadi sejak 2000 tahun yang lalu Paulus sudah mengingatkan kita bahwa suatu saat akan muncul orang-orang seperti Ellen White yang MEMUTAR BALIKAN KEBENARAN AJARAN ALKITAB perjanjian baru mengenai makanan yang dimakan oleh orang Kristen.

Saya percaya jemaat Advent  awam adalah pribadi-pribadi yang sungguh-sungguh giat untuk Allah tetapi tanpa pengertian yang benar ( Rom 10:2-6 ). Namun pendeta-pendeta mereka mengikuti roh-roh PENYESAT dan tipu daya pendusta-pendusta yang melarang orang makan makanan yang dicptakan Allah yang dimakan orang percaya yang telah mengenal kebenaran. Mereka harus segera bertobat karena sampai saat ini tetap bersikukuh untuk mengajarkan hal-hal yang bukan kebenaran ajaran Alkitab sejati.

Bagi jemaat awam saya menyarankan untuk membaca bab 3 agar mendapatkan pengertian yang benar tentang larangan-larangan perjanjian lama (hukum taurat) dan pembebasan perjanjian baru.

3.Perjanjian lama ( Hukum Taurat ) dan perjanjian baru ( Kasih karunia )

 Alkitab adalah buku suci yang berisi cerita tentang penciptaan alam semesta dan sejarah penyelamatan umat manusia oleh Allah yang mahatinggi yang terdiri dari kumpulan kitab-kitab dan dibagi dalam dua bagian yaitu perjanjian lama dan perjanjian baru. Mengapa disebut perjanjian lama dan perjanjian baru ? sebab inti dari cerita Alkitab adalah penyelamatan umat manusia melalui penyaluran kasih karunia Allah lewat perjanjian-perjanjian yang dibuat-Nya dengan manusia yang berawal dari perjanjian lama dan digenapi dengan perjanjian baru.

Secara umum manusia memahami kata perjanjian sebagai keterlibatan antara dua pihak yang mengadakan ikatan atau kontrak kerjasama yang disertai dengan syarat-syarat  atau sangsi yang harus dipenuhi oleh pihak- pihak yang membuat perjanjian itu. Pada intinya perjanjian yang dibuat adalah untuk kepentingan bersama dan menghasilkan keuntungan untuk kedua belah pihak. Jika salah satu pihak merasa tidak puas atau melanggar syarat dalam kesepakatan itu maka sangsi diberlakukan atau perjanjian dibatalkan. Tidaklah demikian dengan perjanjian Allah. Dalam perjanjian antara Allah dengan manusia, Allah-lah yang memanggil untuk mengadakan perjanjian dan inti dari perjanjian itu adalah penyaluran kasih karunia dan keselamatan yang akan diberikan Allah berdasarkan kedaulatan-Nya. Berbeda dengan perjanjian yang dibuat oleh manusia yang berdasarkan kesepakatan bersama, perjanjian Allah disusun dan ditetapkan oleh Allah sendiri, bersifat umum dan juga khusus. Seperti contoh perjanjian pelangi antara Allah dengan Nuh, ( Kej 6:18 , 9 :11-13 , 9:16 } perjanjian antara Allah dengan Abraham ( Kej 15:18 , 17:7 ) yang bersifat umum dan berlaku kekal selamanya, maupun perjanjian Allah dengan raja Daud ( 2 Sam 7:12-16 ) yang bersifat khusus dan berlaku kekal selamanya. Adapun perjanjian Sinai antara Tuhan Allah dengan bangsa Israel (Kel 24:8 ) bersifat khusus dan berlaku sesuai dengan syarat-syarat yang ditetapkan.

Dalam perjalanan menuju ke tanah Kanaan tepatnya di kaki gunung Sinai Tuhan Allah kembali membuat perjanjian yang kali ini berlaku antara Tuhan Allah dan seluruh bangsa Israel bangsa keturunan Abraham. Perjanjian Tuhan Allah kali ini dilengkapi dengan segala ketetapan dan peraturan menjalankan kehidupan bangsa Israel yang tertulis yang disebut HUKUM TAURAT yang disertai dengan berkat dan kutuk bagi bangsa ini. Apabila mereka mematuhi segala hukum-hukum itu maka besarlah berkat yang akan diterima mereka, sebaliknya bila mereka melanggar maka hukuman-hukuman akan menimpa mereka. Bangsa Israel menerima seluruh hukum Taurat sebagai bagian dari perjanjian mereka dengan Tuhan Allah. Segala peraturan yang harus ditaati ( termasuk binatang haram dan halal } serta berkat dan hukuman dari perjanjian Tuhan Allah dengan bangsa Israel ini dapat dibaca secara lengkap dalam kitab keluaran pasal 20-31, kitab Imamat dan kitab Ulangan.

Dalam kenyataanya bangsa Israel tidak sanggup melaksanakan segala perjanjian mereka dengan Allah yang tertera dalam hukum taurat. Sejak awal ketika mereka masih berada di padang gurun sampai ketika mereka telah menguasai tanah kanaan dan mendirikan kerajaan Israel, bahkan sampai pada saat kerajaan Israel pecah menjadi dua yaitu kerajaan Israel di utara dan kerajaan Yehuda di selatan, mereka selalu melanggar hukum taurat yang membuat Allah murka dan menghukum mereka menjadi orang buangan di Asyur,Babel dan Persia. ( Yeremia 7:25-26, 11:8-11 )

Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda,  bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. ( Yeremia 31:31-32 )

Meskipun Israel dan Yehuda telah mengingkari perjanjian Allah dengan mereka di Sinai namun perjanjian Allah dengan Abraham belum digenapi yaitu belum datangnya keturunan yang olehnya semua bangsa dimuka bumi akan mendapat berkat. Demikian juga perjanjian Allah dengan Daud dimana Allah berjanji bahwa tahta Daud akan kekal seumur langit juga belum digenapi. Sejak kejatuhan kerajaan Israel dan Yehuda tahta Daud sudah mandek. Tidak ada lagi raja dari keturunan Daud yang memerintah. Apakah Allah sudah melupakan perjanjian-Nya dengan Abraham dan Daud ? Tentu saja tidak !

Yesaya 42:6  “Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,

400 tahun telah lewat ketika Maleakhi menuliskan kitab terakhir perjanjian lama namun perjanjian Allah dengan Abraham dan Daud maupun janji-janji-Nya lewat nubuatan para nabi tentang kedatangan seorang raja yang akan menyelamatkan umat Israel dan Yehuda serta akan datang waktunya bahwa Ia akan mengadakan perjanjian baru dengan umat Israel belum digenapi. Dalam masa penantian ini di Betlehem Yehuda kota kecil diselatan Yerusalem yang merupakan kampung halaman Boas, Obed dan Isai ayah dan nenek moyang raja Daud, lahir seorang anak yang olehnya nabi-nabi bersaksi ;

Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. ( Yesaya 9:6-7 )

Yesaya 11:1  Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.

Mikha 5:2  Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala

Matius 2:1  Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem

Yohanes 7:42  Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal.”

Lewat kelahiran Yesus kristus Allah menggenapi perjanjian-Nya dengan Daud dimana Dia berjanji untuk menegakan tahta Daud sampai selama-lamanya. Kelahiran Yesus juga menggenapi janji-janji Allah akan datangnya mesias sang raja yang akan menyelamatkan umat Israel dan Yehuda ini. Namun bangsa Israel dan Yehuda yang tegar tengkuk tidak menerima Mesias mereka. Para Imam bersekongkol untuk membunuh Yesus (Matius 26:3-4). Mereka tidak percaya kepada Yesus yang pada puncak pelayanan-Nya memasuki kota Yerusalem dengan mengendarai seekor keledai persis seperti nubuat nabi Zakharia (Zakharia 9:9) mereka lalu membunuh Yesus. Namun kematian Yesus merupakan awal dan akhir suatu masa dimana lewat kematian Yesus kristus Allah menggenapi janji-Nya untuk mengadakan suatu perjanjian baru dengan Israel dan Yehuda, bukan seperti perjanjian Sinai yang telah mereka ingkari.

Matius 26:28  Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.

Markus 14:24  Dan Ia berkata kepada mereka: “Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang.

Lukas 22:20  Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.

1Korintus 11:25  Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”

Lewat kematian Yesus dikayu salib Dia telah mensahkan berlakunya perjanjian baru dengan darah-Nya sebagai meterai. Hukuman-hukuman yang harus ditanggung oleh Israel dan Yehuda yang disebabkan pelanggaran perjanjian Sinai sudah ditanggung oleh Yesus diatas kayu salib. Dengan demikian perjanjian Sinai dengan segala peraturan dan ketetapanya serta hukuman-hukuman yang menyertainya sudah genap.

Sebab, sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua. Sebab Ia menegor mereka ketika Ia berkata: “Sesungguhnya, akan datang waktunya,” demikianlah firman Tuhan, “Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda,  bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-Ku, dan Aku menolak mereka,” demikian firman Tuhan. ( Ibrani 8:7-9)

Ibrani 8:13  Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.

Ibrani 9:15  Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.

Kutuk perjanjian lama yang tertera dalam kitab perjanjian (hukum taurat) mengikat bangsa Israel dan Yehuda yang telah mengingkari perjanjian Allah dengan mereka dan kutuk ini harus dijalankan sebab Allah adalah setia dan tidak bisa mengingkari perjanjian-Nya. Dengan kematian Yesus sang anak domba Allah diatas kayu salib sebagai korban penebus dosa, maka kutuk ini sudah dibayar lunas.

Galatia 3:13  Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”

Lewat kematian Yesus berkat dan kutuk perjanjian Sinai  yang berlaku bagi Israel dan Yehuda sebagai orang-orang yang bersunat keturunan jasmani Abraham telah digenapi dan digantikan dengan berkat-berkat perjanjian baru yaitu kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah lewat IMAN dalam Yesus Kristus yang berlaku bagi semua orang percaya baik yang bersunat (Bangsa Israel dan Yehuda ) maupun yang tidak (Bangsa asing).

Efesus 2:15  sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

Sebab dasar perjanjian Sinai  bukanlah Iman melainkan siapa yang melakukan hukum taurat akan hidup karenanya (Galatia 3:12).  Abraham dibenarkan Allah oleh karena Iman dan dia menerima janji-janji Allah 430 tahun sebelum perjanjian Sinai (Hukum taurat) diberikan. Oleh sebab itu janji Allah kepada Abraham tetap berlaku meskipun ada atau tidaknya hukum taurat karena dasar dari janji Allah adalah Iman Abraham.

Galatia 3:16  Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan “kepada keturunan-keturunannya” seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: “dan kepada keturunanmu,” yaitu Kristus.

Maksudku ialah: Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah, tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat, yang baru terbit empat ratus tiga puluh tahun kemudian, sehingga janji itu hilang kekuatannya.  Sebab, jikalau apa yang ditentukan Allah berasal dari hukum Taurat, ia tidak berasal dari janji; tetapi justru oleh janjilah Allah telah menganugerahkan kasih karunia-Nya kepada Abraham. (Galatia 3:17-18)

Sebagaimana Abraham dibenarkan oleh karena Iman, demikian pula mereka yang hidup karena Iman disebut anak-anak Abraham sebab Abraham adalah bapa segala orang yang beriman.

Roma 4:11  Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat. Demikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya yang tak bersunat, supaya kebenaran diperhitungkan kepada mereka,

Galatia 3: 7  Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.

Kalau kebenaran berasal dari Iman, lalu apa gunanya perjanjian Sinai (hukum taurat ) ditambahkan ? Apakah karena kebenaran berasal dari iman maka hukum taurat batal karena iman ? Sekali-kali tidak ! melainkan hukum taurat diteguhkan sebagai sarana yang tidak bisa mendatangkan kebenaran sebab semua manusia baik yang bersunat maupun tidak adalah orang berdosa yang tidak mungkin memenuhi tuntutan hukum taurat ( Roma 3:31 ). Hukum taurat adalah kudus, benar dan baik dan berfungsi mengenalkan dosa. Sebab oleh hukum tauratlah orang mengenal dosa ( Roma 3:20 ). Namun hukum taurat samasekali tidak berguna untuk menyelamatkan manusia dari maut karena keinginan daging manusia cenderung melawan hukum taurat. Hanya melalui hidup dalam Roh Kristus saja kita boleh bebas dari hukum dosa dan hukum maut.

Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah. Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut. Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat. ( Roma 7: 4-6 )

Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.( Roma 8:3-4 )

Hukum taurat ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran sampai datangnya keturunan yang dimaksud oleh janji kepada Abraham yaitu Yesus Kristus. (Roma 5:20 ) dan lewat Iman dalam Yesus kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya kepada-Nya.

Kata  taurat berasal dari kata Ibrani   תורה towrah atau  תרה torah yang berarti hukum , instruksi yang mempunyai akar kata ירה yarah atau ירא yara’  yang berarti ajaran, didikan, petunjuk, penuntun. Jadi hukum taurat adalah hukum yang berisi ajaran, didikan, petunjuk, yang diberikan Tuhan untuk menggembalakan dan menuntun umat Israel dan Yehuda sampai tiba waktunya kedatangan Yesus. Sejak kedatangan Yesus yang diawali oleh pelayanan Yohanes pembaptis maka hukum taurat tidak berlaku  lagi sebab kerajaan Allah dengan raja agung-Nya  sudah diberitakan.

Sebelum Iman itu datang kita berada dalam pengawalan hukum taurat sampai Iman itu telah dinyatakan. Jadi hukum taurat adalah penuntun sampai kristus datang. Sekarang Iman itu telah datang jadi kita tidak berada lagi dibawah pengawasan penuntun (Galatia 3:22-25)

Lukas 16:16  Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.

Sejak Yudas menjual Yesus seharga 30 keping perak maka itulah hari yang dinubuatkan nabi Zakharia dimana Tuhan membatalkan perjanjian Sinai (hukum taurat) dan memberlakukan perjanjian baru dengan darah Yesus sebagai meterainya.

Aku mengambil tongkatku “Kemurahan,” lalu mematahkannya untuk membatalkan perjanjian yang telah kuikat dengan segala bangsa. Jadi dibatalkanlah perjanjian pada hari itu, maka tahulah pedagang-pedagang domba yang sedang mengamat-amati aku, bahwa itu adalah firman TUHAN. Lalu aku berkata kepada mereka: “Jika itu kamu anggap baik, berikanlah upahku, dan jika tidak, biarkanlah!” Maka mereka membayar upahku dengan menimbang tiga puluh uang perak.( Zakharia 11:10-12 )

Kebenaran berdasarkan Iman adalah Anugerah Allah melalui Yesus Kristus yang adalah KEGENAPAN hukum taurat sehingga kebenaran diperolah tiap-tiap orang yang percaya (Roma 10:3). Kata kegenapan diterjemahkan dari Kata Yunani  : τελος telos yang juga berarti ; tujuan, akhir dan Kesudahan. Yesus kristus adalah tujuan adalah akhir adalah kesudahan dari hukum taurat sehingga kebenaran melalui iman diperoleh oleh tiap orang yang percaya kepada-Nya.

Melalui kebangkitan Yesus Kristus pula maut yang berkuasa atas umat manusia sejak kejatuhan Adam yang melanggar perjanjian Allah yang pertama telah dikalahkan oleh kebangkitan-Nya sehingga manusia boleh beroleh hidup yang kekal dalam Yesus kristus.

Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang. Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.          ( Roma 5 : 14-15 )

Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar. Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,  supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. ( Roma 5:17-21 )

Demikianlah sungguh mulia dan agungnya rencana Allah yang oleh kelahiran dan kematian anak-Nya diatas kayu salib perjanjian Allah dengan Abraham dan Daud digenapi, janji Allah tentang perjanjian baru digenapi, perjanjian Sinai ( hukum taurat ) juga digenapi dan orang-orang  percaya yang tidak bersunat boleh mendapat jalan masuk kedalam perjanjian Allah dengan Abraham lewat anugerah Iman dalam Yesus kristus. Demikian juga melalui kebangkitan Yesus Kristus maut yang berkuasa sejak Adam melanggar perjanjian Allah yang pertama, telah digantikan dengan kehidupan kekal didalam Yesus kristus.

Kisah 3:25  Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati.

Galatia 3:29  Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.

Saat ini kita telah hidup dibawah perjanjian baru dengan darah Yesus sebagai meterainya, yaitu masa yang penuh dengan kasih karunia dan keselamatan dari Allah. masa perjanjian lama yang dituntun oleh huruf-huruf dalam dua loh batu sudah lewat. Masa perjanjian lama yang dikawal dan dituntun oleh hukum taurat sudah berlalu karena Iman itu yaitu Kristus sudah datang. Tongkat ikatan dan tongkat kemurahan Tuhan sudah dipatahkan dan dibayar lunas seharga 30 keping perak untuk membatalkan perjanjian lama. Masa perjanjian lama yang dipimpin oleh pelayanan hukum yang tertulis yang memimpin kepada kematian sudah lewat dan digantikan oleh pelayanan Roh yang membawa hidup kekal. Masa perjanjian lama yang dikuasai oleh maut sejak jaman Adam sudah tergantikan dengan kasih karunia dan kehidupan kekal dalam Yesus Kristus Tuhan kita.

2 Korintus 3:6  Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.

Oleh sebab itu WASPADALAH terhadap mereka yang mengajarkan ajaran yang bertentangan dengan apa yang telah kita terima dari ajaran Alkitab seperti yang dikatakan rasul Paulus dalam surat Roma 16:17-18 ;

Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu WASPADA terhadap mereka, yang BERTENTANGAN dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka! Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.

Sebab orang kristen telah hidup dengan Roh yang dikaruniakan Tuhan kepada kita dan kita telah menjadi orang merdeka yang tidak terikat lagi dengan hukum taurat yang bersifat daging dan mematikan melainkan oleh Roh yang menghidupkan . Oleh sebab itu janganlah kita menjadi BODOH sama dengan jemaat Galatia yang ditegur Paulus karena terpengaruh oleh ajaran Yahudi ;

Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?  Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?  Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging? ( Galatia 3 : 1-3 )

Apabila kita kembali mengharapkan kebenaran dari hukum taurat dengan berusaha patuh melaksanakan hukum taurat misalnya dengan memelihara hari – hari tertentu serta menganggap beberapa makanan sebagai makanan haram sehingga tidak boleh dimakan, maka kita akan lepas dari Kristus dan hidup diluar kasih karunia. Sebab kerajaan Allah bukanlah soal memelihara hari-hari tertentu, hari sabat, maupun soal makanan dan minuman melainkan soal kasih karunia dan damai sejahtera.

Galatia 5:4  Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.

1Tim 4:4  Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur,

Mrk 7:19  karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?” Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.

1Kor 8:8  “Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan.”

Kolose 2:16  Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;

Roma 14:17  Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Oleh sebab itu janganlah kita mau DITIPU oleh segala pengajaran sesat yang ingin menghidupkan kembali perjanjian lama dengan hukum-hukum tertulis yang mematikan. Yudaisme mesianik, Saksi-saksi Yehova , para pengikut setia Ellen White dan para kaum namais pemuja nama Yahwe adalah kelompok yang berusaha menghidupkan perjanjian lama yang sudah berakhir. Ajaran demikian adalah ajaran yang bertentangan dengan apa yang telah kita terima dari ajaran Alkitab. Perjanjian lama yang terdiri dari hukum yang tertulis beserta segala kutuknya sudah digantikan dengan perjanjian baru yang penuh dengan kasih karunia……..Amin

 

 

 

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s